Australia Menggugat Facebook Soal Kebocoran Data

Australia Menggugat Facebook Soal Kebocoran Data - Skandal kebocoran data 87 juta pemakai Facebook yang melibatkan Cambridge Analytica sampai kini masih berlanjut. Di Australia, 311 ribu pemakai Facebook turut terimbas penyalahgunaan data tanpa seizin pemilik akun.


Mewakili 311 ribu pemakai Facebook, badan pendanaan litigasi IMF Bentham berencana mempersiapkan gugatan ke Facebook di Australia.

Sebagai tindak lanjut, pihak IMF Bentham menuliskan saat ini sudah melaporkan hal ini ke Komisi Informasi Australia dengan sangkaan pelanggaran undang-undang privasi berhubungan pembagian data. Komisi Informasi Australia adalah regulator yang menata privasi di ranah media sosial di Australia.

Sejak mengungkapkan adanya kebocoran data pemakai pada April lalu, Komisi Informasi Australia mengawali investigasi.

IMF Bentham berencana mengerjakan gugatan mewakili semua korban (class action) untuk menggali kompensasi untuk para pemakai, tergantung tanggapan dari regulator menyoal kasuskebocoran data ini.

Juru bicara Facebook memilih bungkam menanggapi tuntutan IMF Bentham. Meski demikian, juru bicara Facebook mengaku pihaknya bakal kooperatif terhadap penyelidikan yang tengah ditempuh regulator.

Nathan Landis, investment manager IMF Bentham menuliskan pihaknya telah mempunyai penggugat hebat guna menindaklanjuti gugatan untuk Facebook. Kendati demikian penggugat ketika ini masih merahasiakan identitasnya.

IMF Bentham mengatakan perlu waktu guna memutuskan berkeinginan menggugat Facebook atau tidak. Hal ini lantaran Komisi Informasi Australia seringkali menutup investigasi dalam waktu setahun. Demikian diadukan Reuters.

Facebook pada April kemudian mengakui bahwa lebihd ari 87 juta data pemakainya disalahgunakan oleh perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica lewat aplikasi kuis kepribadian. Akibat skandal ini, CEO Facebook Mark Zuckerberg dicecar oleh senat AS.

Di tengah serangkaian penyelidikan dan tuntutan di sebanyak negara, Cambridge Analytica mengaku diri bangkrut pada Mei lalu. Sebelumnya, konsultan yang berbasis di London ini mengklaim pihaknya sudah menghapus semua data pemakai dan tidak menggunakannya ketika kampanye Pilpres AS 2016 yang dimenangan Donald Trump.

Sekian artikel saya tentang Australia Menggugat Facebook Soal Kebocoran Data semoga artikel ini bisa bermanfaat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Australia Menggugat Facebook Soal Kebocoran Data"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel